Main Street For You

Main Street For You

Topshop off the shoulder crop top
687.050 IDR - topshop.com

Tommy Hilfiger high waisted pants
2.394.585 IDR - johnlewis.com

Zara flat shoes
527.180 IDR - zara.com

Lacoste bucket bag
3.303.125 IDR - lacoste.com

Fendi sunglasses
6.011.690 IDR - sunglasshut.com

Straw hat
171.630 IDR - hm.com


Menyikapi Tingginya Polusi Udara

Menghirup udara bersih nan sejuk merupakan salah satu hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun, realita di lapangan sangatlah bertolak belakang dengan hal itu. Polusi udara menyebabkan hak setiap manusia untuk mendapatkan udara yang berkualitas hilang. Terlebih udara di kota-kota besar di Indonesia yang mayoritas dicemari oleh kumpulan asap kendaraan bermotor.
            World Health Organization (WHO) mendata, terdapat 5 kota besar di Indonesia yang sedang dalam pemantauan tingkat polusi udara. Hasil menunjukkan kota Medan merupakan kota dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia dengan kadar PM10 sebesar 111 mikrogram/m3 melampaui Surabaya (69 mikrogram/m3), Bandung, Jakarta (43 mikrogram/m3), dan Pekanbaru (11 mikrogram/m3). Selain itu, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara penghasil emisi karbon terbanyak dengan peringkat keenam oleh World Resources Institute (WRI) di Washington DC. Ini bukanlah suatu prestasi yang patut dibanggakan, justru hal ini semestinya menjadi perhatian khusus bagi seluruh masyarakat Indonesia.
            Ada beberapa alasan mengapa tingginya tingkat polusi udara atau emisi karbon patut diberi perhatian, salah satunya karena berbahaya bagi kesehatan manusia. Emisi gas memiliki kandungan berupa senyawa hidro karbon, karbon monoksida, sulfur, berbagai macam oksida nitrogen, dan partikulat debu seperti timbal. Jika kita terlalu sering menghidup senyawa berbahaya seperti yang terkandung didalam emisi gas, dapat membuat kesehatan terganggu. Data epidemiologis menunjukan, peningkatan kematian serta serangan yang membutuhkan perawatan rumah sakit tidak hanya terjadi pada penderita penyakit gangguan pernapasan, namun juga pada penderita jantung dan diabetes. Anak-anak dan orang tua juga sangat rentan terhadap pengaruh senyawa kimia berbahaya ini. Selain itu, dalam jangka waktu cukup panjang hal itu juga dapat memicu kanker dan kematian pada janin.
            Begitu besar dampak negatif polusi udara terhadap kesehatan manusia. Kendati demikian, kita dapat melakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari emisi karbon, caranya adalah dengan mengkonversi Bahan Bakar Minyak (BBM)  ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal ini sudah terbukti ampuh mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia yang dibuktikan dengan beberapa penelitian.  Dengan mengkonversi BBM ke BBG, konversi akan mengurangi emisi karbon sebesar 95 persen, emisi karbon dioksida sebesar 25 persen, emisi HC sebesar 80 persen, dan emisi NOx sebesar 30 persen. Ayo tunggu apalagi? segera konversi bahan bakar kendaraan anda ke BBG!

Sumber:
1.    http://www.who.int/en/
2.    http://www.wri.org/
3.    http://www.mongabay.co.id/
4. http://dishub.pemkomedan.go.id/berita-40-dampak-emisi-kendaraan-bermotor-dan-lainnya.html
5.    http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-26240-4208100028-Chapter1.pdf